home

Kamis, 18 Mei 2017

Alat Pencernaan Pada Manusia

Kelas 5, Pencernaan
A.    Alat Pencernaan pada Manusia

Alat-alat pencernaan manusia terdiri atas mulut,
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan
anus.
1.      Mulut
Makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan air ludah (air liur). Ketiga komponen itu berperan untuk mencerna makanan di dalam mulut. Gigi dan lidah mencerna makanan secara mekanis. Air ludah mencerna makanan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanis merupakan pencernaan makanan dengan cara dikunyah oleh gigi dan dibantu lidah. Sementara itu, pencernaan kimiawi merupakan pencernaan makanan yang dilakukan oleh enzim.


a. Gigi
Gigi berfungsi menghancurkan makanan yang masuk dalam rongga mulut. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi tiga. Ketiga gigi tersebut yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham untuk mengunyah makanan. Gigi geraham dibedakan menjadi geraham depan dan geraham belakang. Gigi tertanam pada rahang dan diperkuat oleh gusi.
c. Air Liur
Saat makanan dikunyah dalam mulut, makanan dibasahi oleh air liur. Makanan menjadi licin dan mudah ditelan. Selain itu, air liur mengandung enzim ptialin atau amilase. Enzim ini berfungsi untuk mencerna zat tepung (amilum) secara kimiawi menjadi zat gula. Itulah sebabnya, saat mengunyah nasi dalam waktu lama kita akan merasakan manis. Pencernaan seperti ini merupakan contoh pencernaan kimiawi.
2.      Kerongkongan
Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga mulut dan lambung. Kerongkongan berupa saluran yang panjangnya kira-kira 20 cm. Kerongkongan terdiri atas otot yang lentur. Makanan yang berada di dalam kerongkongan akan didorong oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan seperti ini disebut gerak peristaltik. Gerak peristaltik dilakukan oleh otot dinding kerongkongan.
3.      Lambung
Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk seperti kantong. Bagian dalam dinding lambung berlipat-lipat. Bagian ini berguna untuk mengaduk makanan yang berasal dari kerongkongan. Dinding lambung juga menghasilkan asam klorida. Asam klorida atau asam lambung berguna untuk membunuh kuman-kuman yang masuk bersama makanan. Selain itu, di dalam lambung terdapat enzim pepsin dan renin. Enzim renin berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino. Di dalam lambung ini terjadi pencernaan secara mekanik dan kimiawi.
4.      Usus Halus
Setelah dicerna di lambung, makanan masuk ke usus halus. Usus halus ini sebenarnya sangat panjang, tetapi melipat-lipat di perut kita. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap.
Di dalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pencernaan itu dilakukan oleh getah empedu dan getah pankreas. Getah empedu dihasilkan oleh hati. Getah empedu berfungsi untuk mencerna lemak. Beberapa enzim yang dihasilkan getah pankreas sebagai berikut.
a)      Enzim amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula.
b)      Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
c)      Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak.
Usus Buntu dan Apendiks
Pada rangkaian alat
pencernaan terdapat usus
buntu. Usus buntu berada di
awal usus besar dan berbatasan
dengan usus halus.
Di bawah usus buntu terdapat
apendiks (umbai cacing).
Sumber: Pustaka Pengetahuan Modern:
Tubuh Kita
Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di usus kosong. Selanjutnya,
makanan akan diurai proteinnya oleh enzim erepsin. Sementara itu, karbohidrat yang
terkandung dalam makanan tersebut akan diurai oleh enzim maltase, sukrose, dan
laktose. Setelah hancur dan lumat, makanan menuju usus penyerap.
Bagian dalam dinding usus penyerap berupa jonjot-jonjot. Di dalam jonjot-jonjot itu
terdapat ujung pembuluh darah. Melalui pembuluh darah inilah terjadi penyerapan sarisari
makanan. Sari-sari makanan masuk dalam aliran darah dan diedarkan ke seluruh
tubuh.
5.      Usus Besar
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Usus besar terdiri atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi penyerapan air dan garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibusukkan oleh bakteri pembusuk di dalam usus besar. Hasil pembusukan berupa bahan padat, cair, dan gas.
6.      Anus
Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar yang disebut anus. Sisa pencernaan dari usus besar dikeluarkan melalui anus. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai tinja dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut. Sisa pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring dalam ginjal. Cairan yang tidak berguna dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.



Bangga Sebagai Bangsa Indonesia

BANGGA SEBAGAI BANGSA INDONESIA
Keanekaragaman merupakan ciri kas bngsa indonesia. Keanekaragaman menunjukan perbedaan.
Semboyan negara indonesia adalah “Bhinika Tunggal Ika” artinya walaupun berbeda-beda tetap satu jua.
Indonesia terletak di benua Asia, dan diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
B. Mengenal Kekhasan bangsa Indonesia
Indonesia memiliki berbagai suku bangsa, ada istiadat dan budaya, serta keyakinan yang berbeda.
1.      Bhinika Tunggal ika
Adalah semboyan dari negara indonesia yang artinya walaupun berbeda-beda tetapi satu jua. Semboyan ini bersal dari kitap Sutasoma yang di karang oleh Mpu Tantular.
Indonesia memiliki 6 agama, tetapi mayoritas penduduk indonesia beragama islam. Berikut 6 agama di indonesia.
a)      Agama Islam
b)      Agama Kristen
c)      Agama Katolik
d)     Agama Hindu
e)      Agama Budha
f)       Agama Konghuchu
Macam-macam upacara adat di indonesia
a)      Upacara Ngaben
Adalah upacara pembakaran mayat di bali.
b)     Upacara Kasada
Adalah upacara sesaji dikawah gunung bromo, upacara ini dilakukan oleh masyarakat tengger, dijawa timur.
c)      Upacara Tindik Telinga
Adalah upacara memasak anting-anting anak perempuan di suku dayak
d)     Ritual Tiwah
Adalah prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saoudara yang telah meninggal ke alam baka. Upacara ini terdapat di suku dayak, kalimantan tengah.
e)      Rambo solo
Adalah upacara pesta kematian di suku toraja
f)       Mitoni, tedhak siti, ruwatan, kenduri, grebegan (Suku Jawa).
A.    Pakaian Adat
Tiap-tiap daerah memiliki pakaian daerah atau pakaian adat yang khas dengan nama tertentu.
Ø  Jas tutup dan destar dari D.K.I Jakarta (Betawi) dan Jawa Barat;
Ø  baju beskap dan blangkon dari Jawa Tengah;
Ø  baju surjan dan blangkon dari D.I Yogyakarta;
Ø   jas tutup dan blangkon dari Jawa Timur;
Ø  baju teluk belanga dan destar dari Riau;
Ø  ulos dan sabe-sabe (tutup kepala) dari Sumatra Utara; baju rompi dan destar dari Kalimantan Selatan
B.     Senjata Tradisional
Pada umumnya, setiap pakaian daerah dilengkapi dengan senjata tradisional. Misalnya,
ü  golok (parang) dari D.K.I. Jakarta,
ü  kujang (Jawa Barat),
ü  keris (Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta),
ü  clurit (Jawa Timur),
ü  piso surit (Sumatra Utara),
ü  rencong (Nanggroe Aceh Darussalam),
ü  mandau (Kalimantan Barat),
ü  badik (Sulawesi Selatan),
ü  jenawi (Riau,)
ü  tisula (Sumatra Selatan),
ü  karih (Sumatra Barat) dan lain sebagainya.
C.    Makanan Daerah
·         Peuyeum dari bandung
·         Gado-gado dari Jakarta
·         Gudeg dan bakpia dari DIY
·         Empek-empek dari Palembang
·         Rendang dari padang
·         Rujak Cingur dari Surabaya

·         Wingko dari semarang

Kelainan pada mata manusia

Kelainan pada Mata
ü  Rabun Jauh (Miopi). Dapat ditolong dengan menggunakan kacamata yang berlensa cekung (lensa negatif).
ü  Rabun Dekat (Hipermetropi). Dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa cembung (lensa positif).
ü  Rabun Tua (Presbiopi). ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa rangkap. Kacamata berlensa rangkap adalah kacamata yang terdiri atas lensa positif dan lensa negatif.
ü  Rabun Senja (Hemerolopi). disebabkan penderita kekurangan vitamin A.

ü  Buta Warna. Tidak bisa membedakan warna.

Jumat, 12 Mei 2017

Perlengkapan Berkemah

Perlengkapan Berkemah
1.      Baju Pramuka lengkap
2.      Baju Olah raga
3.      Baju ganti bebas 2
4.      Jaket+Selimut
5.      Alat mandi (Sabun, shampo, Pasta Gigi)
6.      Alat ibadah (Putri : Mukena, Putra : Sarung)
7.      Alat Makan
a.       Gelas Bening (atom) 1
b.      Piring Bening (atom)
c.       Sendok
8.       Sneck/Makanan Ringan (Boleh Bawa, Boleh Tidak Membawa)
9.       Botol air minum 1,5 liter
10.  Senter (jika Punya)
11.  Kaos kaki 2 pasang, (hitam)
12.  Obat Pribadi
13.  Jam Tangan (bila Punya, masih hidup)
14.  Tidak membawa perhiasan/Hp
15.  Materi pramuka, buku saku.
16.  Tikar (1 Kelompok bawa 2)
17.  Linggis (1 Kelompok Bawa 1)


Pahlawan Nasioanla

Pahlawan Nasional

Pahlawan Pendidikan

Ki Hajar Dewantoro 

Pahlawan Emansipasi WanitaØ  Ra. Kartini3.      Pahlawan Goa SelarongØ  Pangeran Diponegoro4.      Bapak ProklamatorØ  Ir. Soekarno5.      Pahlawan GrilyaØ  Jendral Soedirman6.      Ayam Jantan Dari TimurØ  Hasanudin7.      Pahlawan MalukuØ  Patimura8.      Panglima perang PaderiØ  Tuanku Imam Bonjol9.      Pahlawan RevolusiØ  Ahmad Yani10.  Pahlawan pertempuran AruØ  Komodor Yus Sudarso

Obyek Wisata Jawa Tengah

Obyek Wisata Jawa Tengah


1.      Candi Gedung Songo
Ø  Kabupaten Semarang
2.      Bleduk Kuwu
Ø  Grobogan
3.      Menara
Ø  Kudus
4.      Gucci
Ø  Tegal
5.      Pantai Kartini
Ø  Jepara
6.      Curug Sewu
Ø  Kendal
7.      Borobudur
Ø  Magelang
8.      Masjid Agung
Ø  Demak
9.      Lawang Sewu
Ø  Kota Semarang
10.  Waduk Gajah Mungkur

Ø  Wonogiri

Geguritan SIAGA SEJATI

SIAGA SEJATI

Jinurung tekad jroning ati
Angger-angger jejer kukuh dadya pager
Mandep mantep manah manembah
Berbudi laksana, dene
Obah mosiking pakarti
Rinegem subasita lan trapsila
Endah kang sarwa jinantra

Kinalungan kacu abang putih
Wruh marang sakabehing kautaman
Ajur ajer datan kajejer
Reroncen janji ing DWI SATYA
Cetha dadi ances tujuwanne
Apa kang wus kaserat ing DWI DDHARMA
Bisa tansah dadi paugeranne

Suci pikiran lan pakertine
Utamane tresna marang sepadha-padha
Kinarya petuladhan jroning gati
Ora cendhala, cidra, lan narkoba
Hanengenaken urip prasaja
Ayo, pramuka SIAGA Kwarcab Grobogan
Rawe-rawe rantas malang-malang putung
Jejibahan gung angantu kridhanira

Openana IBU PERTIWI amarih raharja

Makanan Khas Jawa Tengah

Makanan Khas Jawa Tengah

1.      Jenang
v  Kudus
2.      Swike
v  Grobogan
3.      Lumpia
v  Semarang
4.      Enting-Enting Gepuk
v  Salatiga
5.      Timlo
v  Solo
6.      Gethok Trio
v  Magelang
7.      Dhawet Ayu
v  Banjar Negara
8.      Gethok Goreng
v  Sokaraja
9.      Nasi Gandul
v  Pati
10.  Blimbing

v  Demak

Drama Jaka Tarub Dan Bidadari

Jaka Tarub Dan Bidadari

              Pada jaman dahulukala,hidup seorang pemuda yang bernama Jaka Tarub disebuah desa diJawa Tengah.Setelah ibunya,Nyi Milah meninggal dunia ia hidup sebatang kara.Untuk mengusir kesedihan karna telah kehilangan ibunya,Joko Tarub hanya mengisi waktunya dengan berburu di hutan,hingga pada suatu hari saat berburu ia merasa haus lalu ia melangkahkan kakinya menuju sebuah danau yang disebut danau Toyowening.Saat mendekati danau,ia mendengar suara sendau gurau para gadis yang sedang mandi di danau.  

Jaka Tarub : “ramai sekali,siapakah gerangan yang sedang berada di danau tengah hutan seperti  ini ?”

              Dengan mengendap-endap Jaka Tarub berjalan mendekati danau.Dari balik pohon besar,Jaka Tarub mengintip.Alangkah terkejutnya dia ketika ia melihat tujuh orang gadis cantik sedang mandi di danau Toyawening.sesaat Jaka Tarub mendengarkan percakapan mereka,dan dari percakapan mereka Jaka Tarub menyadari bahwa ketujuh gadis tersebut adalah bidadari.

Jaka Tarub :”alangkah cantiknya bidadari-bidadari itu,jika aku mengambil salah satu selendang
                        mereka pastilah dia tidak bisa kembali ke kayangan”

              Lalu Jaka Tarub daim-diam mngambil salah satu baju yang tergeletak diatas batu ditepi danau.

Bidadari 1 : “segar sekali air di danau ini,seperti air di surga”
Bidadari 2 :”benar sekali,Dewi…udara disini juga sangat sejuk sekali,saya betah rasanrya
                       berlama-lama disini”
Bidadari 3:”iya,tapi sepertinya matahari sudah mulai terbenam,Dinda…kita harus segera
                      kembali ke kahyangan”
Bidadari 1,2 :”iya,Dinda..ayo kitapakai baju kita sekarang dan kembali ke kahyangan!!”

              Ketika semua bidadari sedang sibuk memakai baju,salah satu dari merekaterlihat panik  karna tidak menemukan bajunya.

Bidadari 2 :”ada apa,Dinda Nawang wulan?kelihatannya kamu gugup sekali”
Bidadari 1 :”aku tidak bisa menemukan bajuku,Dinda…padahal aku tadi menaruhnya disini
                       bersama baju Dinda yang lain”
Bidadari 2,3 :’mari kita cari dulu bersama,dinda..”

              Meskipun mereka telah mencarinya kemana-mana,namun tetap saja selendang milik dewi Nawang Wulan tidak bisa ditemukan.karna matahari sudah nyaris tebenam,akhirnya bidadari yang lain memutuskan untuk meninggalkan Dewi Nawang Wulan dan kembali ke kahyangan terlebih dahulu

Bidadari 2:” Maafkan aku dinda,matahari sudah hampir terbenam kami harus segera kembali ke
                        khayangan.”

Bidadari 1:”Bagaimana denganku dinda?
Bidadari 3:”Dewi Nawang Wulan kamu disini dulu kami akan kembali membawa Selendangmu
                     yang lain “
Bidadari 1:”iya dinda,jangan meninggalkan ku di bumi terlalu lama”.
              Akhirnya bidadari yang lain kembali ke khayangan tanpa Dewi Nawang Wulan. Dewi Nawang Wulan sangat sedih. Ia menangis ditepi danau,tanpa ia sadari ia berkata

Bidadari 1: “ Barang siapa yang menemukan selendangku,jika ia perempuan maka akan ku
                        jadikan saudara,jika ia laki-laki akan ku jadikan suami.

              Mendengar itu Jaka Tarub merasa sangat senang,kemudian dia  menghampiri Dewi Nawang Wulan dan menyerahkan baju ibunya yang telah di ambilnya ketika pulang tadi.

Jaka Tarub :”Aku Jaka Tarub. Aku membawakan pakaian yang kau butuhkan. Ambillah dan
                         pakailah segera. Hari sudah hamper malam”.
Bidadari 1:”Ya kang mas”.

              Akhirnya Dewi Nawang Wulan ikut Jaka Tarub pulang ke rumahnya. Hari berganti hari bulan berganti bulan,tak terasa rumah tangga Jaka Tarub dan Nawang Wulan telah di karuniai seorang putri yang bernama Nawangsih.

              Sejak menikah dengan Nawang Wulan,Jaka Tarub merasa sangat bahagia. Namun ada satu hal yang mengganggu pikirannya selama ini. Jaka Tarub merasa heran mengapa padi di lumbung mereka kelihatannya tidak berkurang walau di masak setiap hari. Lama-lama tumpukan padi itu semakin meninggi. Panen yang diperoleh secara teratur membuat lumbung mereka hamper tak muat lagi menampungnya.

              Pada suatu pagi,ketika hendak ke sungai Dewi Nawang Wulan menitipkan Nawangsih pada Jaka Tarub sambil mengingatkan suaminya untuk tidak membuka kukusan nasi yang sedang dimasaknnya. Karena merasa nasi yang di masak sudah cukup lama Jaka Tarub membuka kukusan nasi. Alangkah terkejutnya ia,bahwa Nawang Wulan hanya memasak setangkai padi. Nawang Wulan marah melihat Jaka Tarub membuka kukusan nasi.

Bidadari 1:”Kenapa kau melanggar janjiku Mas?

                     Jaka Tarub hanya terdiam.

Bidadari 1:”Hilanglah sudah kesaktianku untuk merubah setangkai padi menjadi sebakul
nasi,mulai sekarang aku harus menumbuk padi untuk kita masak. Karena itu kamu harus menyediakan lesung untukku”.

              Menyadari hal itu,Jaka Tarub sangat menyesal. Dari hari ke hari persediaan padi di lumbung pun semakin menipis. Hingga tinggallah sedikit padi di dasar lumbung. Ketika mengambil sisa padi di lumbung alangkah terkejutnya dia saat menemukan selendang merah miliknya.Nawang wulan marah karna merasa telah ditipu oleh joko Tarub.dan ia ingin segera pulang ke khayangan.

Bidadari 1 :”Kakang Jaka Tarub,sekarang kau harus mengasuh Nawangsih sendiri,karna
sebenarnya  aku adalah seorang bidadari dan tempatku bukanlah disini.muli sekarang,kita bukanlah suami istri lagi,betapapun salahmu padaku Jaka Tarub,Nawangsih tetaplah anakku.jika ia ingin menemuiku suatusaat nanti,maka bakarlah sebatang padi,maka aku akan datang menemuinya.”

      Akhirnya nawang wulan terbang kembali ke khayangan dan meninggalkan Jaka Tarub bersama Nawangsih dibumi.Meskipun sangat sedih,namun Jaka Tarub coba terlihat tegar.ia menatap kepergin Nawng Wulan sambil mendekap Nawangsih.Sesungguhnya kesalahannya tidaklah termaafkan












Sandi Arab, Sandi Awal Akhir, Sandi Ular Berjalan

SANDI PRAMUKA 1.       Sandi Arab Adalah sandi yang cara membacanya dari belakang, seperti membaca huruf  arab. Contoh : itajes ...