Jaka
Tarub Dan Bidadari
Pada jaman dahulukala,hidup
seorang pemuda yang bernama Jaka Tarub disebuah desa diJawa Tengah.Setelah
ibunya,Nyi Milah meninggal dunia ia hidup sebatang kara.Untuk mengusir
kesedihan karna telah kehilangan ibunya,Joko Tarub hanya mengisi waktunya
dengan berburu di hutan,hingga pada suatu hari saat berburu ia merasa haus lalu
ia melangkahkan kakinya menuju sebuah danau yang disebut danau Toyowening.Saat
mendekati danau,ia mendengar suara sendau gurau para gadis yang sedang mandi di
danau.
Jaka Tarub : “ramai sekali,siapakah gerangan yang sedang berada di danau tengah
hutan seperti ini ?”
Dengan
mengendap-endap Jaka Tarub berjalan mendekati danau.Dari balik pohon besar,Jaka
Tarub mengintip.Alangkah terkejutnya dia ketika ia melihat tujuh orang gadis
cantik sedang mandi di danau Toyawening.sesaat Jaka Tarub mendengarkan
percakapan mereka,dan dari percakapan mereka Jaka Tarub menyadari bahwa ketujuh
gadis tersebut adalah bidadari.
Jaka Tarub :”alangkah cantiknya bidadari-bidadari itu,jika aku mengambil salah
satu selendang
mereka pastilah dia tidak
bisa kembali ke kayangan”
Lalu Jaka Tarub
daim-diam mngambil salah satu baju yang tergeletak diatas batu ditepi danau.
Bidadari 1 : “segar sekali air di danau ini,seperti air di surga”
Bidadari 2 :”benar sekali,Dewi…udara disini juga sangat sejuk sekali,saya betah
rasanrya
berlama-lama disini”
Bidadari 3:”iya,tapi sepertinya matahari sudah mulai terbenam,Dinda…kita harus
segera
kembali ke kahyangan”
Bidadari 1,2 :”iya,Dinda..ayo kitapakai baju kita sekarang dan kembali ke
kahyangan!!”
Ketika semua
bidadari sedang sibuk memakai baju,salah satu dari merekaterlihat panik karna tidak menemukan bajunya.
Bidadari 2 :”ada apa,Dinda Nawang wulan?kelihatannya kamu gugup sekali”
Bidadari 1 :”aku tidak bisa menemukan bajuku,Dinda…padahal aku tadi menaruhnya
disini
bersama baju Dinda yang lain”
Bidadari 2,3 :’mari kita cari dulu bersama,dinda..”
Meskipun mereka
telah mencarinya kemana-mana,namun tetap saja selendang milik dewi Nawang Wulan
tidak bisa ditemukan.karna matahari sudah nyaris tebenam,akhirnya bidadari yang
lain memutuskan untuk meninggalkan Dewi Nawang Wulan dan kembali ke kahyangan
terlebih dahulu
Bidadari 2:” Maafkan aku dinda,matahari sudah hampir terbenam kami harus segera
kembali ke
khayangan.”
Bidadari 1:”Bagaimana denganku dinda?
Bidadari 3:”Dewi Nawang Wulan kamu disini dulu kami akan kembali membawa Selendangmu
yang lain “
Bidadari 1:”iya dinda,jangan meninggalkan ku di bumi terlalu lama”.
Akhirnya bidadari yang lain
kembali ke khayangan tanpa Dewi Nawang Wulan. Dewi Nawang Wulan sangat sedih.
Ia menangis ditepi danau,tanpa ia sadari ia berkata
Bidadari 1: “ Barang siapa yang menemukan selendangku,jika ia perempuan maka
akan ku
jadikan saudara,jika ia
laki-laki akan ku jadikan suami.
Mendengar itu Jaka Tarub
merasa sangat senang,kemudian dia
menghampiri Dewi Nawang Wulan dan menyerahkan baju ibunya yang telah di
ambilnya ketika pulang tadi.
Jaka Tarub :”Aku Jaka Tarub. Aku membawakan pakaian yang kau butuhkan.
Ambillah dan
pakailah segera. Hari sudah
hamper malam”.
Bidadari 1:”Ya kang mas”.
Akhirnya Dewi Nawang Wulan
ikut Jaka Tarub pulang ke rumahnya. Hari berganti hari bulan berganti bulan,tak
terasa rumah tangga Jaka Tarub dan Nawang Wulan telah di karuniai seorang putri
yang bernama Nawangsih.
Sejak menikah
dengan Nawang Wulan,Jaka Tarub merasa sangat bahagia. Namun ada satu hal yang
mengganggu pikirannya selama ini. Jaka Tarub merasa heran mengapa padi di
lumbung mereka kelihatannya tidak berkurang walau di masak setiap hari.
Lama-lama tumpukan padi itu semakin meninggi. Panen yang diperoleh secara
teratur membuat lumbung mereka hamper tak muat lagi menampungnya.
Pada suatu
pagi,ketika hendak ke sungai Dewi Nawang Wulan menitipkan Nawangsih pada Jaka
Tarub sambil mengingatkan suaminya untuk tidak membuka kukusan nasi yang sedang
dimasaknnya. Karena merasa nasi yang di masak sudah cukup lama Jaka Tarub
membuka kukusan nasi. Alangkah terkejutnya ia,bahwa Nawang Wulan hanya memasak
setangkai padi. Nawang Wulan marah melihat Jaka Tarub membuka kukusan nasi.
Bidadari 1:”Kenapa kau melanggar janjiku Mas?
Jaka Tarub
hanya terdiam.
Bidadari 1:”Hilanglah sudah kesaktianku untuk merubah setangkai padi menjadi
sebakul
nasi,mulai sekarang aku harus
menumbuk padi untuk kita masak. Karena itu kamu harus menyediakan lesung
untukku”.
Menyadari hal itu,Jaka
Tarub sangat menyesal. Dari hari ke hari persediaan padi di lumbung pun semakin
menipis. Hingga tinggallah sedikit padi di dasar lumbung. Ketika mengambil sisa
padi di lumbung alangkah terkejutnya dia saat menemukan selendang merah
miliknya.Nawang wulan marah karna merasa telah ditipu oleh joko Tarub.dan ia
ingin segera pulang ke khayangan.
Bidadari 1 :”Kakang Jaka Tarub,sekarang kau harus mengasuh Nawangsih
sendiri,karna
sebenarnya aku adalah seorang bidadari dan tempatku
bukanlah disini.muli sekarang,kita bukanlah suami istri lagi,betapapun salahmu
padaku Jaka Tarub,Nawangsih tetaplah anakku.jika ia ingin menemuiku suatusaat
nanti,maka bakarlah sebatang padi,maka aku akan datang menemuinya.”
Akhirnya nawang wulan
terbang kembali ke khayangan dan meninggalkan Jaka Tarub bersama Nawangsih
dibumi.Meskipun sangat sedih,namun Jaka Tarub coba terlihat tegar.ia menatap
kepergin Nawng Wulan sambil mendekap Nawangsih.Sesungguhnya kesalahannya
tidaklah termaafkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar