home

Jumat, 12 Mei 2017

Drama Jaka Tarub Dan Bidadari

Jaka Tarub Dan Bidadari

              Pada jaman dahulukala,hidup seorang pemuda yang bernama Jaka Tarub disebuah desa diJawa Tengah.Setelah ibunya,Nyi Milah meninggal dunia ia hidup sebatang kara.Untuk mengusir kesedihan karna telah kehilangan ibunya,Joko Tarub hanya mengisi waktunya dengan berburu di hutan,hingga pada suatu hari saat berburu ia merasa haus lalu ia melangkahkan kakinya menuju sebuah danau yang disebut danau Toyowening.Saat mendekati danau,ia mendengar suara sendau gurau para gadis yang sedang mandi di danau.  

Jaka Tarub : “ramai sekali,siapakah gerangan yang sedang berada di danau tengah hutan seperti  ini ?”

              Dengan mengendap-endap Jaka Tarub berjalan mendekati danau.Dari balik pohon besar,Jaka Tarub mengintip.Alangkah terkejutnya dia ketika ia melihat tujuh orang gadis cantik sedang mandi di danau Toyawening.sesaat Jaka Tarub mendengarkan percakapan mereka,dan dari percakapan mereka Jaka Tarub menyadari bahwa ketujuh gadis tersebut adalah bidadari.

Jaka Tarub :”alangkah cantiknya bidadari-bidadari itu,jika aku mengambil salah satu selendang
                        mereka pastilah dia tidak bisa kembali ke kayangan”

              Lalu Jaka Tarub daim-diam mngambil salah satu baju yang tergeletak diatas batu ditepi danau.

Bidadari 1 : “segar sekali air di danau ini,seperti air di surga”
Bidadari 2 :”benar sekali,Dewi…udara disini juga sangat sejuk sekali,saya betah rasanrya
                       berlama-lama disini”
Bidadari 3:”iya,tapi sepertinya matahari sudah mulai terbenam,Dinda…kita harus segera
                      kembali ke kahyangan”
Bidadari 1,2 :”iya,Dinda..ayo kitapakai baju kita sekarang dan kembali ke kahyangan!!”

              Ketika semua bidadari sedang sibuk memakai baju,salah satu dari merekaterlihat panik  karna tidak menemukan bajunya.

Bidadari 2 :”ada apa,Dinda Nawang wulan?kelihatannya kamu gugup sekali”
Bidadari 1 :”aku tidak bisa menemukan bajuku,Dinda…padahal aku tadi menaruhnya disini
                       bersama baju Dinda yang lain”
Bidadari 2,3 :’mari kita cari dulu bersama,dinda..”

              Meskipun mereka telah mencarinya kemana-mana,namun tetap saja selendang milik dewi Nawang Wulan tidak bisa ditemukan.karna matahari sudah nyaris tebenam,akhirnya bidadari yang lain memutuskan untuk meninggalkan Dewi Nawang Wulan dan kembali ke kahyangan terlebih dahulu

Bidadari 2:” Maafkan aku dinda,matahari sudah hampir terbenam kami harus segera kembali ke
                        khayangan.”

Bidadari 1:”Bagaimana denganku dinda?
Bidadari 3:”Dewi Nawang Wulan kamu disini dulu kami akan kembali membawa Selendangmu
                     yang lain “
Bidadari 1:”iya dinda,jangan meninggalkan ku di bumi terlalu lama”.
              Akhirnya bidadari yang lain kembali ke khayangan tanpa Dewi Nawang Wulan. Dewi Nawang Wulan sangat sedih. Ia menangis ditepi danau,tanpa ia sadari ia berkata

Bidadari 1: “ Barang siapa yang menemukan selendangku,jika ia perempuan maka akan ku
                        jadikan saudara,jika ia laki-laki akan ku jadikan suami.

              Mendengar itu Jaka Tarub merasa sangat senang,kemudian dia  menghampiri Dewi Nawang Wulan dan menyerahkan baju ibunya yang telah di ambilnya ketika pulang tadi.

Jaka Tarub :”Aku Jaka Tarub. Aku membawakan pakaian yang kau butuhkan. Ambillah dan
                         pakailah segera. Hari sudah hamper malam”.
Bidadari 1:”Ya kang mas”.

              Akhirnya Dewi Nawang Wulan ikut Jaka Tarub pulang ke rumahnya. Hari berganti hari bulan berganti bulan,tak terasa rumah tangga Jaka Tarub dan Nawang Wulan telah di karuniai seorang putri yang bernama Nawangsih.

              Sejak menikah dengan Nawang Wulan,Jaka Tarub merasa sangat bahagia. Namun ada satu hal yang mengganggu pikirannya selama ini. Jaka Tarub merasa heran mengapa padi di lumbung mereka kelihatannya tidak berkurang walau di masak setiap hari. Lama-lama tumpukan padi itu semakin meninggi. Panen yang diperoleh secara teratur membuat lumbung mereka hamper tak muat lagi menampungnya.

              Pada suatu pagi,ketika hendak ke sungai Dewi Nawang Wulan menitipkan Nawangsih pada Jaka Tarub sambil mengingatkan suaminya untuk tidak membuka kukusan nasi yang sedang dimasaknnya. Karena merasa nasi yang di masak sudah cukup lama Jaka Tarub membuka kukusan nasi. Alangkah terkejutnya ia,bahwa Nawang Wulan hanya memasak setangkai padi. Nawang Wulan marah melihat Jaka Tarub membuka kukusan nasi.

Bidadari 1:”Kenapa kau melanggar janjiku Mas?

                     Jaka Tarub hanya terdiam.

Bidadari 1:”Hilanglah sudah kesaktianku untuk merubah setangkai padi menjadi sebakul
nasi,mulai sekarang aku harus menumbuk padi untuk kita masak. Karena itu kamu harus menyediakan lesung untukku”.

              Menyadari hal itu,Jaka Tarub sangat menyesal. Dari hari ke hari persediaan padi di lumbung pun semakin menipis. Hingga tinggallah sedikit padi di dasar lumbung. Ketika mengambil sisa padi di lumbung alangkah terkejutnya dia saat menemukan selendang merah miliknya.Nawang wulan marah karna merasa telah ditipu oleh joko Tarub.dan ia ingin segera pulang ke khayangan.

Bidadari 1 :”Kakang Jaka Tarub,sekarang kau harus mengasuh Nawangsih sendiri,karna
sebenarnya  aku adalah seorang bidadari dan tempatku bukanlah disini.muli sekarang,kita bukanlah suami istri lagi,betapapun salahmu padaku Jaka Tarub,Nawangsih tetaplah anakku.jika ia ingin menemuiku suatusaat nanti,maka bakarlah sebatang padi,maka aku akan datang menemuinya.”

      Akhirnya nawang wulan terbang kembali ke khayangan dan meninggalkan Jaka Tarub bersama Nawangsih dibumi.Meskipun sangat sedih,namun Jaka Tarub coba terlihat tegar.ia menatap kepergin Nawng Wulan sambil mendekap Nawangsih.Sesungguhnya kesalahannya tidaklah termaafkan












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sandi Arab, Sandi Awal Akhir, Sandi Ular Berjalan

SANDI PRAMUKA 1.       Sandi Arab Adalah sandi yang cara membacanya dari belakang, seperti membaca huruf  arab. Contoh : itajes ...