Memungut Hasil Tanaman Padi
A. Alat Pemungut Hasil tanaman Padi
Alat tradisional yang digunakan untuk memungut padi
adalah Dos, Ani-ani, sabit. Sabit bergerigi Tetapi sekarang ini dapat
menggunakan Dos, Mesin Perontok.
Beberapa alat yang digunakan
a. Ani-Ani (Ketem)
Merupakan alat yang digunakan untuk memungut padi
jenis bulu. Padi bulu memiliki ciri yang tidak mudah rontok.cjadi penyimpanan
dapat dilakukan dengan mengikat tangkainya.
b. Sabit
Tujuan penggunaan sabit adalah memungut dengan cepat
terutama pada jenis padi yang mudah rontok.
Memungut Hasil Tanaman Jagung
Para petani biasanya memungut
hasil tanaman jagung dengan sabit kemudian di taruh di dalam karung.
Setelah jagung di ambil dari tangkainya tahab selanjutnya
adalah proses pemipilan. Yaitu merontokan biji-biji jagung dari tangkainya.
Alat yang digunakan untuk merontokan tanaman padi yaitu Dos,
Perontok padi Pedal. Atau yang lebih modern mengunakan mesin yaitu Treser.
Rotasi tanaman adalah
penanaman berbagai jenis tanaman secara bergilir dalam urutan tertentu pada
suatu bidang tanah
Pola Tanam pada
Pengairan Sawah.
1. Pengariran Teknis
Yaitu sawah yang pengairanya dapat diatur, pemberianya
dapat di ukur.
2. Sawah Pengairan Setengah Teknis
Yaitu sawah pengairanya dapat diatur tetapi pemberian
air tidak dapat di ukur dan pembangunan pengairanya memenuhi persyaratan teknis
pembangunan irigasi.
3. Sawah pengairan sederhana
Yaitu sawah yang pengairanya tidak dapat diatur,
pemberian airnya tidak dapat di ukur dan bangunan pengairanya sangat sederhana.
Didaerah kita pengairan sawah nya secara monoculture. Dapat dirotasi :
·
Padi-padi – Bero
·
Padi – Pado – Palawija
·
Padi – Padi Sayuran
Tanda-tanda
Padi siap Panen
a.
Padi dan daunya sudah menguning
b.
Tangkai kelihatan merunduk
c.
Gabah sudah berisi dan keras
Waktu panen yang tepat disebut
Umur Optimum. Pada saat itu padi sudah benar-benar masak dan ada pula sebagian
kecil yang mulai rontok. Padi yang rontok disebabpkan oleh air hujan.
Ciri-ciri jagung siap Panen
a. Warna kulit jagung (klobot) sudah kuning
b. Jika ditekan dengan kuku jari terasa keras
dan tidak membekas.
Jagung dapat dipanen ketika berumur 7 – 8 minggu. Atau
setelah 30 – 35 hari setelah
berbunga. Jagung dapat dipanen ketika tanda-tanda nya sudah 95% menguning klobotnya.
Waktu panen yang baik adalah saat kondisi/cuaca tidak
hujan. Setelah di panen jagung diklupas dari kulitnya lalu di jemur dengan
kering Konstan (kadar Air 12%).
Penanganan Pasca Panen Padi
Kegiatan yang dilakukan pasca panen padi yaitu :
ü
Perontokan
ü
Pengangkutan\
ü
Pengeringan
ü
Pembersihan dan penyimpanan.
1. Perontokan Padi
Dapat menggunakan Dos, Memukul-mukulkan padi pada hamparan pemukul padi
2. Pengeringan
Padi yang sudah kering dapat menghasilkan beras yang
berkulaitas baik. Gabah yang kurang kering dapat menimbulkan warna gabah menjadi
kering.
Kadar Air gabah waktu Panen : 23% - 27%
Kadar air Gabah kering : 13%-14%
Proses pengeringan
gabah ada dua :
o
Proses
pengeringan Alami : sinar Matahari
o
Proses
pengeringan Buatan (Oven) :
menghembuskan udara panas kearah tumpukan
gabah/ padi dalam suatu ruangan tertutup sehingga terjadi penguapan.
Pengeringan buatan ini tidak terikat pada kondisi cuaca karena berada di dalam
ruangan.
Pembersihan
Cara pembersihan kotoran-kotoran
pada saat perontokan dan pengeringan daun dan tangkai padi dengan cara Di
Tampi, Diangin-anginkan (disilir).
Penyimpanan Padi
Setelah gabah kering dengan kadar
13-14% maka padi baru dapat disimpan, biasanya disimpan pada karung Zak atau
karung Goni
Ada beberapa cara
menyimpan hasil panen Padi.
a. Penyimpanan pada karung Zak atau Goni
Hal-hal yang harus diperhatikan :
ü
Karung harus bersih
ü
Atas tumpukan karung gabah harus kering dan
diberi alas
ü
Harus ada ventilasi udara yang cukup
b. Penyimpanan dalam Silo
Silo dalam bahasa jawanya yaitu “Glodhek” yaitu sebuah balok kayu yang dalamnya
berongga, beras yang sudah kering dimasukan di dalamnya lalu ditutup. Biasanya
kalau harga beras naik petani baru membukanya dan di jual
c. Penyimpanan pada ruang terbatas
Penyimpanan ini harus memperhatikan kondisi ruangan yang
kering, dan lantai terbuat dari semen dengan ketinggian 0, 5 Metet diatas
tanah.
Faktor yang
mempengaruhi harga Gabah/padi
·
Cuaca
·
Kualitas gabah atau mutu gabah
·
Kebutuhan biaya dan ongkos panen
Jenis-Jenis
Pisang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar